Archive for the ‘TUGAS’ Category

TUGAS IBD ( BAB . I TINJAUAN TENTANG ILMU BUDAYA DASAR )

Tuesday, March 2nd, 2010

A. PENDAHULUAN

Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar adalah salah satu mata kuliah yg membicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan, tentang berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari-hari. Diharapkan kegunaan mata kuliah ini, agar lulusan perguruan tinggi kita dari semua jurusan dapat mempunyai suatu kesamaan bahan pembicaraan. Adanya kesamaan ini diharapkan, agar interelasi antara intelektuil kita lebih sering dengan akibat yang positif bagi pembangunan negara kita pada umumnya dan perbaikan pendidikan pada khususnya. Diharapkan agar mata kuliah ini dapat menjadi semacam “lingua franca” bagi para akademis dari berbagai lapangan ilmiah.
Dengan mendapat mata kuliah Ilmu Budaya Dasar mahasiswa diharapkan nantinya memiliki latar belakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia pada umumnya dan menimbulkan minat mendalaminya lebih lanjut agar dengan demikian mahasiswa diharapkan turut mendukung dan mengembangkan kebudayaannya sendiri dengan kreatif.
Latar belakang diberikannya mata kuliah IBD, selain melihat konteks budaya Indonesia, juga sesuai dengan program pendidikan di Perguruan Tinggi, dalam rangka menyempurnakan pembentukan sarjana. Latar belakang IBD dalam konteks budaya, negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut :
1. Kenyataan bahwa bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan primordial, kesukuan, dan kedaerahan.
2. Proses pembangunan yang sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusia pun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini ialah timbulnya konflik dalam kehidupan.
3. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambiven teknologi, yang disamping memiliki segi-segi positifnya, juga memiliki segi-segi negatif. Akibat dampak negatif teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.B. ILMU BUDAYA DASAR SEBAGAI BAGIAN DARI MATA KULIAH DASAR UMUM

Secara khusus MKDU bertujuan untuk menghasilkan warga negara sarjana yg berkulifikasi sebagai berikut :
1. Berjiwa Pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya mencerminkan pengamalan nilai-nilai pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
2. Takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya, dan memiliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain.
3. Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam menyikapi permasalahan kehidupan baik sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, maupun pertahanan keamanan.
4. Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama-sama mampu berperan serta meningkatkan kualitasnya, maupun lingkungan alamiah dan secara bersama-sama berperan serta didalam pelestariannya.

C.PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR

Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Prof.Dr.Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1. Ilmu-ilmu Alamiah (natural science)
Bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain ialah astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika.

2. Ilmu-ilmu Sosial (social science)
Bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain ilmu ekonomi, soiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial, sosiologi hukum, dsb.
3. Pengetahuan Budaya (the humanities)
Bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Pengetahuan Budaya (The Humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disiplin) seni dan filsafat. Sedang Ilmu Budaya Dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai makhluk berbudaya (homo humanus), sedangkan Ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.D.TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR

Penyajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat :
1. Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
2. Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat.

4. Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain.E. RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR
Dua masalah pokok yang bisa dipakai sebagai pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar ialah :
1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) di dalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah :

  • Manusia dan cinta kasih
  • Manusia dan keindahan
  • Manusia dan penderitaan
  • Manusia dan keadilan
  • Manusia dan pandangan hidup
  • Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
  • Manusia dan kegelisahan
  • Manusia dan harapan

RANGKUMAN IBD ( BAB2.MANUSIA DAN KEBUDAYAAN )

Tuesday, March 2nd, 2010

A.MANUSIA

Manusia di alam dunia ini memegang peranan yang unik, dan dapat dipandang dari banyak segi. Dalam ilmu eksakta, manuisa dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan – jaringan system yang dimiliki oleh manusia. Manusia merupakan kumpulan dari berbagai system fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energy. Manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan makhluk mamalia. Dalam ilmu sosial manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan.

Dari definisi – definisi tersebut diatas kita dapat melihat bahwa manusia selain dapat dipandang dari banyak segi juga mempunya banyak kepentingan.

Ada dua pandangan yang di jadikan acuan untuk menjelaskan unsure-unsur yang membangun manusia

1)      Manusia itu terdiri dari empat unsure yang saling terkait, yaitu:

  1. Jasad : badan kasar manusia yang nampat pada luarnya.
  2. Hayat : mengandung unsure hidup yang ditandai gerak
  3. Ruh : bimbingan dan pumpinan Tuhan
  4. Nafsu : kesadaran tentang diri sendiri.

2)      Manusia sebagai satu kpribadian mengandung 3 unsur yaitu:

  1. ID, yang merupakan struktur kpribadian yang pain primitive dan paling tak Nampak.Id merupakan libido murni, atau energy psikis yang menunjukan cirri alami yang irrasional dan terkait dengan sex.
  2. Ego, merupakan bagian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kpribadian eksekutif karena peranannya dalam menghubungkan energy Id ke dalam saluran sosial yang dapat di mengerti oleh orang lain.
  3. Superego, merupakan struktur kpribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia 5 tahun.super ego merupakan kesatuan standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas didalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan asimilasi dari pandangan orang tua.

Dari uraian diatas dapat engkaji aspek tindakan manusia dengan abalisa hubungan antara tindakan dan unsur2  manusia.

B.HAKEKAT MANUSIA

a. makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.

Tubuh  adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jiwa  terdapat dalam tubuh, tidak dapat dilihat, tidak dapat di raba, sifatnya abstrak tetapi abadi.

b. makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika disbanding dengann makhluk lainnya.

Kesemppurnaanya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Dengan akal manusiapun dapat memciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selaanjutnya dengan adanya perasaan, manusia mampu menciptakan kesenian. Daya rasa dalam diri manusia itu ada 2 macam, yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan inderawi adalah rangsangan jasmani melalui pancaindera. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia misalnya:

  1. perasaan intelektual yaitu perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan.
  2. Perasaan estetis yaitu perasaan yang berkenan dengan keindahan.
  3. Perasaan etis yaitu perasaan yang berkenaan dengan kebaikan
  4. Perasaan diri yaitu perasaan yang berkenaan dengan harga diri
  5. Perasaan sosial aitu perasaan yang berkenaan dengan kelompok masyarakat, ikut merasakan kehidupan orang lain.
  6. Perasaan religious yaitu perasaan yang berkenaan dengan agama atau kepercayaan.

Adanya kehendak dari setiap manusia mampu menciptakan perilaku tentang kebaikan menurut moral.

C . Makhluk biokultural yaitu makhluk hayati yang budayawi

Manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi factor-faktor hayati dan budayawi. Sebagai makhluk hayati manusia dapat dipelajari dari segi anatomi, fisiologi, biokimia, psikobiologi, patologi,genetika,biodemografi, evolusi biologisnya , dan lainnya.

D. makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan, mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya

Soren  kienkegaard seorang filsuf Denmark pelopor  ajaran “eksistensialisme” memandang manusia dalam konteks kehidupan konkrit adlah makhluk alamiah yang terikat dengan lingkungannya, memiliki sifat-sifat alamiah dan tunduk pada hokum alamiah pula.

C. KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR

Francis L.K Hsu, sarjana amerika keturunan cina yang mengkombinasikan dalam dirinya keahlian di dalam ilmu antropologi , ilmu psikologi, ilmu filsafat dan kesusastraan cina klasik.

Ilmu psikologi yang memang berasal dan timbul dalam masyarakat barat, dimana konsep individu itu mengambil tempat yang amat penting, biasanya menganalisis jiwa manusia  dengan terlampau banyak menekan kepada pembatasan  konsep individu sebagai kesatuan analisis tersendiri.

Nomor 7 dan nomor 6 disebut daerah tak sadar dan sub sadar . kedua lingkaran itu berada di daerah pedalaman dari alam jiwa individu dan terdiri dari bahan pikiran dan gagasan yang telah terdesak kedalam, sehingga tidak disadarai oleh individu bersangkutan.

Nomor 5 disebut kesadaran yang tak dinyatakan.lingkaran  itu terdiri dari pikiran – pikiran dan gagasan –gagasan yang disadari oleh individu yang bersamgkutan, tetapi disimpan  saja di dalam alam jiwa sendiri dan tak di nyatakan kepada siapapun juga dalam lingkungannya. Hal itu disebabkan ada kemungkinan bahwa:

a)      Dia takut salah dan takut dimarahi apabila dia menyatakannya.

b)      Ia sungkan menyatakannya.

c)      Ia malu karena takut ditertawakannya.

d)      Ia tidak dapat menemukan kata-kata yang cocok untuk menyatakannya.

Nomor 4  disebut kesadaran yang dinyatakan.lingkaran ini di dalam alam jiwa manusia mengandung pikiran-pikiran, gagasan, perasaan yang dapat di nyatakan secara terbuka oleh individu kepada sesamanya, yang mudah  diterima dan di jawab oleh sesamanya.

Nomor3 disebut lingkaran hubungan karib, mengandung konsepsi tentang orang-orang, binatang, atau benda yang oleh si individu di ajak bergaull secara mesra dan karib, yang bias dipakai sebagai tempat berlindung dan tempat mencurahkan isi hati apabila ia sedang sedih, atau terkena serangan batin.

Nomor2 disebut lingkungan hubungan berguna, tidak lagi di tandai oleh sikap saying dan mesra melainkan ditentukan oleh fungsi kegunaan dari oran, binatang atau benda-benda itu bagi dirinya sendiri.

Nomor 1 disebut sebagai lingkaran hubungan jauh, terdiri dari pikiran dan sikap dalam alam jiwa manusia tentan anusia, benda, alat, pengetahuan dan adat yang ada dalam kebudayaan dan masyarakat sendiri, tetapi yang jarang sekali mempunyai arti dan pengaruh langsung terhadap kehidupan sehari- hari.

Nomor 0 disebut  lingkungan dunia luar  terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan anggapan yang hampir sama dengan pikiran yang berada pada lingkungan no 1, hanya bedanya terdiri dari pikiran dan anggapan tentang orang dan hal yang terletak diluar masyarakat dan Negara Indonesia, dan di tanggapi oleh individu bersangkutan dengan sikap masa bodoh.

Pada bagan psiko- sosiagram, daerah lingkaran no 4 di batasi oleh  garis yang digambarkan lebih tebal dari pada yang lain garis itu menggambarkan batas dari alam jiwa individu yang dalam ilmu psikologi disebut personality atau kepribadian.

Konsep yang dipakai sebagai landasan untuk mengembangkan konsep lain itu, menurut francis L.K.Hsu  adalah konsep jen dalam kebudayaan cina, yaitu manusia yang berjiwa selaras, manusia yang berkepribadian.

Dalam konsep Jen, manusia yang selaras dan berkepribadian adalah manusia yang dapat menjaga keseimbangan hubungan antara diri kepribadiannya dengan lingkungan sekitarnya, terutama lingkungan sekitarnya yang paling dekat dan paling serius, kepada siapa ia dapat mencurahkan rasa cinta, kemesraan dan baktinya.

Daerah lingkaran no 4 dan 3 yang dibedakan dari yang lain dengan garis-garis arser yang sedikit memasuki daerah lingkaran no 5 dan no 2 juga menggambarkan konsep jen atau alam jiwa dari “manusia yang berjiwa selaras” itu Kedua lingkaran itu adalah daerah-daerah dalam individu yang ada dalam suatu keadaan psikologi yang oleh Hsu disebut Psychological homeostatis

D. PENGERTIAN KEBUDAYAAN

Apabila kita berbicara tentang kebudayaan, maka kita langsung berhadapan dengan pengertian istilahnya. Pengertian kebudayaan menyangkut bermacam-macam definisi yang telah dipikirkan oleh sarjana-sarjana bidang sosial budaya diseluruh dunia.

Kebudayaan jika dikaji dari asal kata bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah, jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya:, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya “. Budaya dapat pula diartikan sebagai himpunan pengalaman yang dipelajari, mengacu pada pola-pola perilaku yang ditularkan secara sosial, yang merupakan kekhususan kelompok sosial tertentu (Keesing, jilid I, 1989; hal 68)

Seorang antropolog yaitu E.B.Tylor ( 1871 ) mendefinisikan kebudayaan sebagai berikut :

Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan kemampuan lain serta kebiasaan – kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.

Sutan Takdir Alisyahbana mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir, hal ini amat luas apa yang disebut kebudayaan; sebab semua laku dan perbuatan tercakup di dalamnya, dan dapat diungkapkan pada basis dan cara berpikir, perasaan juga maksud pikiran.

Koentjaraningrat mengatakan, bahwa kebudayaan antara lain berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.

A.L Krober dan C.Kluckhon mengatakan, bahwa kebudayaan adalah menifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas-luasnya.

C.A.Van Peursen mengatakan, bahwa dewasa ini kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang, berlainan dengan hewan-hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja ditengah alam, melainkan selalu mengubah alam.

E. UNSUR – UNSUR KEBUDAYAAN

Untuk lebih mendalami kebudayaan, perlu dikenal beberapa masalah lain yang menyangkut kebudayaan. Misalnya apa yang disebut dengan unsur.

Beberapa orang sarjana, telah mencoba merumuskan unsur-unsur pokok kebudayaan, misalnya Melville J. Herkovits mengajukan pendapatnya tentang unsur kebudayaan. Dikatakannya bahwa hanya ada empat unsur dalam kebudayaan, yaitu alat-alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga, dan kekuatan politik. Sedangkan Bronislaw Malinowski mengatakan bahwa unsur-unsur itu terdiri dari sistem norma, organisasi ekonomi, alat-alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan, dan organisasi kekuatan.

C.Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories ofCulture mengemukakan, bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal.yaitu :

1.    Sistem Religi (sistem kepercayaan).

Merupakan produk manusia sebagai homo religieus

2.    Sistem organisasi kemasyarakatan.

Merupakan produk dari manusia sebagai homo socius.

3.    Sistem pengetahuan.

Merupakan produk manusia sebagai homo sapiens.

4.    Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi.

Merupakan produk manusia sebagai homo economicus menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat.

5.    Sistem Teknologi dan Peralatan.

Merupakan produk dari manusia sebagai homo faber.

6.    Bahasa.

Merupakan produk dari manusia sebagai homo longuens.

7.    Kesenian.

Merupakan hasil dari manusia sebagai homo aesteticus.

F. WUJUD KEBUDAYAAN

Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu 1.   Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia :

Wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat, dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya, atau dengan perkataan lain, dalam alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan hidup.

2.    Kompleks aktivitas :

Berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret, dapat diamati atau diobservasi. Wujud ini sering disebut sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dariaktivitas-aktivitas manusia-manusia yang berinteraksi, berhubungan, serta bergaul satu dengan yang lain dari detik ke detik, dari hari ke hari, dan dari tahun ke tahun, selalu menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan.

3.    Wujud sebagai benda :

Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya.

Ketiga wujud dari kebudayaan tadi, dalam kenyataan kehidupan masyarakat tak terpisah satu sama lain. Kebudayaan ideal dan adat istiadat mengatur dan memberi arah kepada tindakan-tindakan dan karya manusia.

G. ORIENTASI NILAI BUDAYA

Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki sistem nilai. Menurut GKluckhonn dalam karyanya Variations in Value Orientation (1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusi, yaitu :

1.    Hakekat hidup manusia ( MH )

Hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstern; ada yang berusaha untuk memadamkan hidup, ada pula yang dengan pola-pola kelakuan tertentu menganggap hidup sebagai suatu hal yang baik, “mengisi hidup”

2.    Hakekat karya manusia ( MK )

Setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda, diantaranya ada yang beranggapan bahwa karya bertujuan untuk hidup, karya memberikan kedudukan atau kehormatan, karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.

3.    Hakekat waktu manusia ( WM )

Hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda; ada yang berpandangan mementingan orientasi masa lampau, ada pula yang berpandangan untuk masa kini atau masa yang akan datang.

4.    Hakekat alam manusia ( MA )

Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam atau memanfaatkan alam semaksimal mungkin, ada pula kebudayaan yang beranggapan manusia harus harmonis dengan alam dan manusia harus menyerah kepada alam.

5.    Hakekat hubungan manusia ( MN )

Dalam hal ini ada yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, baik secara horizontal maupun secara vertikal . Ada pula yang berpandangan individualistis

H. PERUBAHAN KEBUDAYAAN

Tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak. Gerak kebudayaan sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tadi.

Terjadinya gerak / perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :

  1. Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
  2. Sebab-sebab pembahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakat yang hidupnya terbuka, yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain, cenderung untuk berubah lebih cepat.

Perubahan ini, selain karena jumlah penduduk dan komposisinya, juga karena adanya difusi kebudayaan, penemuan-penemuan baru, khususnya teknologi dan inovasi.

Perubahan sosial adalah segala pembahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk didalamnya niali-nilai, sikap-sikap dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam  masyarakat.

Beberapa masalah yang menyangkut proses tadi adalah :

A.   Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang mudah diterima,

B.   Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang sulit diterima,

C.   Individu-individu manakah yang cepat menerima unsur-unsur yang baru,

D.    Ketegangan-ketegangan apakah yang timbul sebagai akibat akulturasi tersebut,

.1.   Pada umumnya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah :

  • Unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama sangat mudah dipakai
    dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya.
  • Unsur-unsur yang terbukti membawa manfaat besar, misalnya radio, komputer,
    telephone yang banyak membawa kegunaan terutama sebagai alat komunikasi.
  • Unsur-unsur yang dengan mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang
    menerima unsur-unsur tersebut, seperti mesin penggiling padi yang dengan biaya
    murah serta pengetahuan teknis yang sederhana.

2.    Unsur-unsur kebudayaan yang sulit diterima oleh sesuatu masyarakat adalah misalnya :

  • Unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi, falsafah hidup dan
    lain-lain.
  • Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi.
  • Pada umumnya generasi muda dianggap sebagai individu-individu yang cepat menerima
    unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya generasi
    tua, dianggap sebagai orang-orang kolot yang sukar menerima unsur baru.
  • Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi, selalu ada kelompok-kelompok individu yang sukar sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Penibahan-perubahan masyarakat dianggap oleh golongan tersebut sebagai keadaan krisis yang membahayakan keutuhan masyarakat.

Berbagai faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru diantaranya :

  1. Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
  2. Jika pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama, dan ajaran ini terjalin erat dalam keseluruhan pranata yang ada, maka penerimaan unsur baru itu mengalami hambatan dan harus disensor dulu oleh berbagai ukuran yang berlandaskan ajaran agama yang berlaku.
  3. Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru. Misalnya sistem otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan baru.
  4. Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
  5. Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.

I.   KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah : manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia

Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan.

Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain. Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahap yaitu :

  1. Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
  2. Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia.
  3. Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia.

Apabila manusia melupakan bahwa masyarakat adalah ciptaan manusia, dia akan menjadi terasing atau tealinasi. Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat, oleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang erat satu sama lain.

TUGAS PTSI – C 2000 FRVT

Friday, November 20th, 2009

2000 – Face Recognition Vendor Test (FRVT) Pertama Kali Di Selenggarakan

Banyak agensi pemerintah Amerika Serikat mensponsori FRVT 2000 ini.

FRVT 2000 ini merupakan evaluasi sistem biometrika komersial yang ada. FRVT selanjutnya di adakan tahun 2003 dan 2006.

pada tahun 2003 FRVT mengevaluasi pengenalan sidik jari dan pada 2006 mengevaluasi pengenalan iris.

secara keseluruhan FRVT ini bertujuan mengevaluasi sistem dengan database sekala besar.

teknologi pengenalan wajah terutama ditemukan di sistem prototipe di universitas-universitas dan laboratorium penelitian. By 2000, systems were available on the commercial market. Pada tahun 2000, sistem yang tersedia di pasar komersial. FRVT 2000 mengevaluasi kemampuan sistem komersial.

FRVT 2000  disponsori oleh:

  • Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA)
  • DoD Counterdrug Technology Development Program Office Departemen Pertahanan Counterdrug Kantor Program Pengembangan Teknologi
  • National Institute of Justice (NIJ) National Institute of Justice (nija)

FRVT 2000 dirancang oleh Institut Nasional Standar dan Teknologi (NIST) dan dikelola oleh NAVSEA

FRVT 2000 personel termasuk:

  • Patrick Grother Patrick Grother
  • Michael  Bone Michael Bone
  • Duane Blackburn Duane Blackburn
  • Dr. P. Jonathon Phillips Dr P. Jonathon Phillips

Tujuan dari Uji Kinerja ini adalah untuk membandingkan teknik-teknik bersaing untuk melakukan pengenalan wajah. Semua sistem yang diuji pada database standar. Database standar memastikan semua sistem dievaluasi dengan menggunakan gambar yang sama, yang memungkinkan untuk perbandingan inti teknologi pengenalan wajah. Pengujian kegunaan produk properti sistem diperiksa untuk melakukan kontrol akses.

PTSI – C

Friday, November 20th, 2009

1. Sejarah Perkembangan Komputer Sampai Saat Ini..

Komputer di ciptakan untuk memudahkan pekerjaan manusia, yang dulu hanya di gunakan sebagai alat hitung.

namun karena kebutuhan manusia terus berkembang, sehingga seiring berjalan nya waktu, komputer terus di kembangkan hingga saat ini.

komputer yang dulu hanya di gunakan sebagai alat hitung kini sudah di gunakan di berbagai bidang, sehingga fungsinya bukan hanya sebagai alat hitung saja.

Komputer berkembang pesat karena permasalahan di dunia ini bertambah banyak dan beragam masalah itu bisa dipecahkan dan dikerjakan dengan lebih cepat bila menggunakan komputer. mulai dari bidang pendidikan , fisika , biologi , kedokteran , keamanan , komunikasi dan lain sebagainya.

2. Komputer itu sendiri dalam bekerja memerlukan masukan data lalu data tersebut di olah sehingga menjadi sebuah output yaitu informasi yang sangat berguna.

secara umum cara kerja komputer adalah INPUT – PROSES – OUTPUT. sebagai contoh kita memasukan data dan kita inginkan output nya adalah grafik. pertama user memasukan data yang akan di jadikan grafik , lalu data tersebut di proses dengan menggunakan software , setelah selesai proses maka output nya adalah grafik. sehingga sata tersebut dapat di pahami lebih detail oleh orang banyak.

3. Hardware / perangkat keras komputer

-CPU (central processing unit) : bagian ini adalah pusat yang di gunakan untuk melakukan prosses pada komputer CPU pada umumnya terdiri dari Motherboard,Processor,VGA,RAM,HardDisk. yang satu sama lain saling berhubungan.

-Alat Input: alat input berfungsi sebagai alat untuk memasukan data untuk selanjutnya di proses, sebagai contoh alat input adalah Keyboard,Mouse,Scanner, dan lain sebagainya.

-Alat Output: berfungsi sebagai sarana keluarnya hasil proses dari input. sebagai contoh nya Monitor,Printer,Speaker.

4. Bahasa Pemrograman Pada Komputer

  1. BASIC,  sebuah kelompok bahasa pemrograman tingkat tinggi.BASIC memiliki arti “kode instruksi simbolis semua tujuan yang dapat digunakan oleh para pemula”.
  2. Microsoft Visual Basic (sering disingkat sebagai VB) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang bersifat event driven Visual Basic merupakan turunan bahasa BASIC dan menawarkan pengembangan aplikasi komputer berbasis grafik dengan cepat
  3. COBOL (singkatan dari Common Business Oriented Language) sebuah bahasa pemrograman generasi ketiga. COBOL mempunyai fungsi menyelesaikan masalah-masalah yang berhubungan dengan perdagangan.
  4. JAVA adalah bahasa pemrograman yang dapat dijalankan di berbagai komputer termasuk telepon genggam.
  5. SQL (Structured Query Language) sebuah bahasa yang dipergunakan untuk mengakses data dalam basis data relasional. Bahasa ini secara de facto merupakan bahasa standar yang digunakan dalam manajemen basis data relasional
  6. PASCAL adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi (high level language) yang terstruktur dan lebih mendekati bahasa manusia (bahasa Inggris).

5.  Beberapa Software yg dapat menunjang pekerjaan manusia.

- Microsoft Office : biasa di gunakan untuk melakukan pengolahan data biasanya pada Office.

-Sound Forge , Audio Editor , FL Studio : biasa di gunakan untuk menciptakan sound atau melakukan peng editan pada data yang berupa sound.

-Video Editing : Cyberlink Power Director , Corel Video Studio , Adobe Premiere : biasa di gunakan untuk melakukan editing video.

-SolidWork , AUTO CAD,SAP digunakan untuk membuat suatu desain gedung / rumah.

6. Di alam pun semua sangat penting, karena kebutuhan manusia semakin banyak dan bertambah serta sumberdaya semakin terbatas. sehingga di butuhkan pengolahan yang sangat tepat, dalam hal ini komputerpun ikut turut serta berperan. karena dengan menggunakan komputer semua yang di olah dapat menghasilkan hasil yang semaksimal mungkin sehingga produksi serta distribusi menjadi lebih optimal.

7. Seiring dengan berjalan nya waktu hardware pada komputer pun terus berkembang mulai dari processor yang hingga saat ini  processor dengan 100 core yaitu TILE-Gx100 yang memiliki kemampuan 4x lebih cepat dari semua yang ada di pasaran, VGA pun sampai saat ini sudah berkembang sangat pesat sehingga kualitas Grafis terutama untuk para gamers dan desainer dapat melakukan aktivitas nya lebih nyaman dan cepat, RAM pun akan di luncurkan pada tahun 2011 yaitu DDR 4 yang memiliki kecepatan yang luar biasa. begitu juga dengan Hardware Lain nya yang ikut berkembang juga.

TUGAS 2 ISD.

Thursday, November 19th, 2009

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT

1. PELAPISAN SOSIAL

A. PENGERTIAN

Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu-individu yang terdiri dari berbagai latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Dengan adanya atau terjadinya kelompok sosial ini maka terbentuklah suatu pelapisan masyarakat atau terbentuklah masyarakat yang berstrata.

Betapa individu dan masyarakat adalah komplementer dapat kita lihat dari kenyataan, bahwa :

a. manusia dipengaruhi oleh masyarakat demi pembentukan pribadinya;

b. individu mempengaruhi masyarakat dan bahkan bias menyebabkan (berdasarkan pengaruhnya) perubahan besar masyarakatnya.

Istilah Stratifikasi atau Stratification berasal dari kata STRATA atau STRATUM yang berarti LAPISAN. Karena itu Social Stratification sering diterjemahkan dengan pelapisan masyarakat. Pitirim A. Sorokin memmberikan defenisi pelapisan masyarakat sebagai berikut :”Pelapisan masyarakat adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarchis).

Lebih lengkap lagi batasan yang dikemukakan oleh Theodorson, dkk. di dalam Dictionary of Sociology, oleh mereka dikatakan sebagai berikut:

Pelapisan masyarakat berarti jenjang status dan peranan yang relative permanent yang terdapat di dalam sistem sosial (dari kelompok kecil sampai ke masyarakat) di dalam perbedaan hak, pengaruh dan kekuasaan.

Masyarakat yang berstatifikasi sering dilukiskan sebagai suatu kerucut atau piramida, di mana lapisan bawah adalah paling lebar dan lapisan ini menyempit ke atas.

B. PELAPISAN SOSIAL CIRI TETAP KELOMPOK SOSIAL

Di dalam organisasi masyarakat primitif pun di mana belum mengenal tulisan, pelapisan masyarakat itu sudah ada. Hal ini terwujud berbagai bentuk sebagai berikut :

1) adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan-pembedaan hak dan kewajiban;

2) adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa;

3) adanya pemimpin yang saling berpengaruh;

4) adanya orang-orang yang dikecilkan di luar kasta dan orang yang di luar perlindungan hukum (cutlaw men);

5) adanya pembagian kerja di dalam suku itu sendiri;

6) adanya pembedaan standar ekonomi dan di dalam ketidaksamaan ekonomi itu secara umum.

Ekonomi primitive bukanlah ekonomi dari individu-individu yang terisolir produktif kolektif. Di demokrasi-demokrasi yang modern pun juga tidak dapat mengecualikan adanya hukum-hukum pelapisan masyarakat, walaupun di dalam kontinuitasnya menyatakan bahwa “Semua manusia adalah sama (all men are create equal). Gradasi itu dapat kita lihat misalnya : multi dari memilih modal yang kaya sampai buruh yang termiskin; dari presiden kepada lurah, dari jenderal sampai kepada prajurit dan sebagainya yang semuanya itu menunjukkan sebagian jenjang-jenjang dan gradasi sosial yang menunjukkan walaupun di dalam sistem demokrasi yang paling mutakhir pun ada pelapisan masyarakat.

C. TERJADINYA PELAPISAN SOSIAL

· Terjadi dengan sendirinya

Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Oleh karena sifatnya yang tanpa disengaja inilah maka bentuk lapisan dan dasar dari pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.

· Terjadi dengan disengaja

Sistem pelapisan yang disusun dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. System pelapisan yang dibentuk dengan sengaja ini dapat kita lihat misalnya di dalam organisasi pemerintahan. Di dalam sistem organisasi yang disusun dengan cara ini mengandung dua system, ialah :

1) Sistem fungsional: merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat, misalnya saja di dalam organisasi perkantoran ada kerja sama antara kepala-kepala seksi dan lain-lain.

2) Sistem skalar: merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas (vertical).

Namun, sebenarnya terdapat pula kelemahan yang disebabkan system yang demikian itu.

Pertama : karena organisasi itu sudah diatur sedemikian rupa, sehingga sering terjadi kelemahan di dalam menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat.

Kedua : karena organisasi itu telah diatur sedemikian rupa sehingga membatasi kemampuan-kemampuan individual yang sebenarnya mampu tetapi karena kedudukannya yang mengangkat maka tidak memungkinkan untuk mengambil inisiatif.


D. PEMBEDAAN SISTEM PELAPISAN MENURUT SIFATNYA

Menurut sifatnya, maka system pelapisan dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi :

1) Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup.

Di dalam sistem ini pemindahan anggota masyarakat ke lapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal yang istimewa. System pelapisan tertutup kita temui misalnya di India yang masyarakatnya mengenal system kasta. Sebagaimana kita ketahui masyarakat terbagi ke dalam :

- Kasta Brahmana : yang merupakan kastanya golongan-golongan pendeta dan merupakan kasta tertinggi.

- Kasta Ksatria : merupakan kasta dari golongan bangsawan dan tentara yang dipandang sebagai lapisan kedua.

- Kasta Waisya : merupakan kasta dari golongan pedagang yang dipandang sebagai lapisan menengah ketiga.

- Kasta Sudra : merupakan kasta dari golongan rakyat jelata.

- Paaria : golongan yang tidak mempunyai kasta. Misalnya kaum gelandangan.

2) Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka

Di dalam system yang demikian ini setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk jatuh ke lapisan yang ada di bawahnya atau naik ke lapisan yang di atasnya.

Status (kedudukan) yang diperoleh berdasarkan atas usaha sendiri disebut “Achieve status”.

E. BEBERAPA TEORI TENTANG PELAPISAN SOSIAL.

Ada yang membagi pelapisam masyarakat seperti berikut ini :

1) Masyarakat terdiri dari kelas atas (upper class) dan kelas bawah (lower class).

2) Masyarakat terdiri dari tiga kelas ialah kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class), dan kelas bawah (lower class).

3) Sementara itu ada pula sering kita dengar : kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class), kelas menengah ke bawah (lower middle class) dan kelas bawah (lower class).

Orang dapat menduduki lapisan (atau istilah lain ada yang menggunakan dengan kelas) tertentu disebabkan oleh beberapa factor, seperti misalnya : keturunan, kecakapan, pengaruh, kekuatan dan lain sebagainya.

Oleh karena itu beberapa sarjana memiliki tekanan yang berbeda-beda di dalam menyampaikan teori-teori tentang pelapisan masyarakat.

Beberapa dicantumkan di sini :

1) Aristoteles mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap Negara terdapat tiga unsur, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali, dan mereka yang berada di tengah-tengahnya. Di sini Aristoteles membagi masyarakat berdasarkan dimensi ekonomi sehingga ada orang yang kaya, menengah dan melarat.

2) Prof. Dr. Selo Sumardjan dan Soelaiman SH. MA. Menyatakan sebagai berikut : selama di dalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargainya maka barang itu akan menjadi bibit yang dapat menumbuhkan adanya system berlapis-lapis dalam masyarakat.

3) Villfredo Pareto, sarjana Italia, menyatakan bahwa ada dua kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu yaitu golongan Elite dan golongan Non Elite. Menurut dia pangkal daripada perbedaan itu karena ada orang-orang yang memiliki kecakapan, watak, keahlian dan kapasitas yang berbeda-beda.

4) Gaotano Mosoa, sarjana Italia, di dalam “The Ruling Class” menyatakan sebagai berikut :

Di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang sangat kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas yang pemerintah dan kelas yang diperintah.

5) Karl Marx di dalam menjelaskan secara tidak langsung tentang pelapisan masyarakat menggunakan istilah kelas menurut dia, pada pokoknya ada dua macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyainya dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.

Dari apa yang diurai di atas, akhirnya dapat disimpulkan bahwa ukuran atau criteria yang biasanya dipakai untuk menggolong-golongkan anggota-anggota masyarakat ke lapisan-lapisan social adalah sebagai berikut :

1) Ukuran kekayaan

2) Ukuran kekuasaan

3) Ukuran kehormatan

4) Ukuran ilmu pengetahuan

Ukuran-ukuran tersebut di atas, tidaklah bersifat limitatif (terbatas), tetapi masih ada ukuran-ukuran lainnya yang dapat dipergunakan. Jadi criteria pelapisan sosial pada hakikatnya tergantung pada system nilai yang dianut oleh anggota-anggota masyarakat yang bersangkutan.

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT

1. PELAPISAN SOSIAL

A. PENGERTIAN

Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu-individu yang terdiri dari berbagai latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Dengan adanya atau terjadinya kelompok sosial ini maka terbentuklah suatu pelapisan masyarakat atau terbentuklah masyarakat yang berstrata.

Betapa individu dan masyarakat adalah komplementer dapat kita lihat dari kenyataan, bahwa :

a. manusia dipengaruhi oleh masyarakat demi pembentukan pribadinya;

b. individu mempengaruhi masyarakat dan bahkan bias menyebabkan (berdasarkan pengaruhnya) perubahan besar masyarakatnya.

Istilah Stratifikasi atau Stratification berasal dari kata STRATA atau STRATUM yang berarti LAPISAN. Karena itu Social Stratification sering diterjemahkan dengan pelapisan masyarakat. Pitirim A. Sorokin memmberikan defenisi pelapisan masyarakat sebagai berikut :”Pelapisan masyarakat adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarchis).

Lebih lengkap lagi batasan yang dikemukakan oleh Theodorson, dkk. di dalam Dictionary of Sociology, oleh mereka dikatakan sebagai berikut:

Pelapisan masyarakat berarti jenjang status dan peranan yang relative permanent yang terdapat di dalam sistem sosial (dari kelompok kecil sampai ke masyarakat) di dalam perbedaan hak, pengaruh dan kekuasaan.

Masyarakat yang berstatifikasi sering dilukiskan sebagai suatu kerucut atau piramida, di mana lapisan bawah adalah paling lebar dan lapisan ini menyempit ke atas.

B. PELAPISAN SOSIAL CIRI TETAP KELOMPOK SOSIAL

Di dalam organisasi masyarakat primitif pun di mana belum mengenal tulisan, pelapisan masyarakat itu sudah ada. Hal ini terwujud berbagai bentuk sebagai berikut :

1) adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan-pembedaan hak dan kewajiban;

2) adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa;

3) adanya pemimpin yang saling berpengaruh;

4) adanya orang-orang yang dikecilkan di luar kasta dan orang yang di luar perlindungan hukum (cutlaw men);

5) adanya pembagian kerja di dalam suku itu sendiri;

6) adanya pembedaan standar ekonomi dan di dalam ketidaksamaan ekonomi itu secara umum.

Ekonomi primitive bukanlah ekonomi dari individu-individu yang terisolir produktif kolektif. Di demokrasi-demokrasi yang modern pun juga tidak dapat mengecualikan adanya hukum-hukum pelapisan masyarakat, walaupun di dalam kontinuitasnya menyatakan bahwa “Semua manusia adalah sama (all men are create equal). Gradasi itu dapat kita lihat misalnya : multi dari memilih modal yang kaya sampai buruh yang termiskin; dari presiden kepada lurah, dari jenderal sampai kepada prajurit dan sebagainya yang semuanya itu menunjukkan sebagian jenjang-jenjang dan gradasi sosial yang menunjukkan walaupun di dalam sistem demokrasi yang paling mutakhir pun ada pelapisan masyarakat.

C. TERJADINYA PELAPISAN SOSIAL

· Terjadi dengan sendirinya

Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Oleh karena sifatnya yang tanpa disengaja inilah maka bentuk lapisan dan dasar dari pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.

· Terjadi dengan disengaja

Sistem pelapisan yang disusun dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. System pelapisan yang dibentuk dengan sengaja ini dapat kita lihat misalnya di dalam organisasi pemerintahan. Di dalam sistem organisasi yang disusun dengan cara ini mengandung dua system, ialah :

1) Sistem fungsional: merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat, misalnya saja di dalam organisasi perkantoran ada kerja sama antara kepala-kepala seksi dan lain-lain.

2) Sistem skalar: merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas (vertical).

Namun, sebenarnya terdapat pula kelemahan yang disebabkan system yang demikian itu.

Pertama : karena organisasi itu sudah diatur sedemikian rupa, sehingga sering terjadi kelemahan di dalam menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat.

Kedua : karena organisasi itu telah diatur sedemikian rupa sehingga membatasi kemampuan-kemampuan individual yang sebenarnya mampu tetapi karena kedudukannya yang mengangkat maka tidak memungkinkan untuk mengambil inisiatif.


D. PEMBEDAAN SISTEM PELAPISAN MENURUT SIFATNYA

Menurut sifatnya, maka system pelapisan dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi :

1) Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup.

Di dalam sistem ini pemindahan anggota masyarakat ke lapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal yang istimewa. System pelapisan tertutup kita temui misalnya di India yang masyarakatnya mengenal system kasta. Sebagaimana kita ketahui masyarakat terbagi ke dalam :

- Kasta Brahmana : yang merupakan kastanya golongan-golongan pendeta dan merupakan kasta tertinggi.

- Kasta Ksatria : merupakan kasta dari golongan bangsawan dan tentara yang dipandang sebagai lapisan kedua.

- Kasta Waisya : merupakan kasta dari golongan pedagang yang dipandang sebagai lapisan menengah ketiga.

- Kasta Sudra : merupakan kasta dari golongan rakyat jelata.

- Paaria : golongan yang tidak mempunyai kasta. Misalnya kaum gelandangan.

2) Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka

Di dalam system yang demikian ini setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk jatuh ke lapisan yang ada di bawahnya atau naik ke lapisan yang di atasnya.

Status (kedudukan) yang diperoleh berdasarkan atas usaha sendiri disebut “Achieve status”.

E. BEBERAPA TEORI TENTANG PELAPISAN SOSIAL.

Ada yang membagi pelapisam masyarakat seperti berikut ini :

1) Masyarakat terdiri dari kelas atas (upper class) dan kelas bawah (lower class).

2) Masyarakat terdiri dari tiga kelas ialah kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class), dan kelas bawah (lower class).

3) Sementara itu ada pula sering kita dengar : kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class), kelas menengah ke bawah (lower middle class) dan kelas bawah (lower class).

Orang dapat menduduki lapisan (atau istilah lain ada yang menggunakan dengan kelas) tertentu disebabkan oleh beberapa factor, seperti misalnya : keturunan, kecakapan, pengaruh, kekuatan dan lain sebagainya.

Oleh karena itu beberapa sarjana memiliki tekanan yang berbeda-beda di dalam menyampaikan teori-teori tentang pelapisan masyarakat.

Beberapa dicantumkan di sini :

1) Aristoteles mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap Negara terdapat tiga unsur, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali, dan mereka yang berada di tengah-tengahnya. Di sini Aristoteles membagi masyarakat berdasarkan dimensi ekonomi sehingga ada orang yang kaya, menengah dan melarat.

2) Prof. Dr. Selo Sumardjan dan Soelaiman SH. MA. Menyatakan sebagai berikut : selama di dalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargainya maka barang itu akan menjadi bibit yang dapat menumbuhkan adanya system berlapis-lapis dalam masyarakat.

3) Villfredo Pareto, sarjana Italia, menyatakan bahwa ada dua kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu yaitu golongan Elite dan golongan Non Elite. Menurut dia pangkal daripada perbedaan itu karena ada orang-orang yang memiliki kecakapan, watak, keahlian dan kapasitas yang berbeda-beda.

4) Gaotano Mosoa, sarjana Italia, di dalam “The Ruling Class” menyatakan sebagai berikut :

Di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang sangat kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas yang pemerintah dan kelas yang diperintah.

5) Karl Marx di dalam menjelaskan secara tidak langsung tentang pelapisan masyarakat menggunakan istilah kelas menurut dia, pada pokoknya ada dua macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyainya dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.

Dari apa yang diurai di atas, akhirnya dapat disimpulkan bahwa ukuran atau criteria yang biasanya dipakai untuk menggolong-golongkan anggota-anggota masyarakat ke lapisan-lapisan social adalah sebagai berikut :

1) Ukuran kekayaan

2) Ukuran kekuasaan

3) Ukuran kehormatan

4) Ukuran ilmu pengetahuan

Ukuran-ukuran tersebut di atas, tidaklah bersifat limitatif (terbatas), tetapi masih ada ukuran-ukuran lainnya yang dapat dipergunakan. Jadi criteria pelapisan sosial pada hakikatnya tergantung pada system nilai yang dianut oleh anggota-anggota masyarakat yang bersangkutan.

TUGAS 4 ISD

Thursday, November 19th, 2009
BAB 5
WARGA NEGARA DAN NEGARA

1. HUKUM, NEGARA DAN PEMERINTAH
A. HUKUM
Ada beberapa Sarjana Hukum Indonesia yang merumuskan definisi Hukum. Diantaranya adalah JCT.Simorangkir SH. Dan Woerjono Sastropranoto SH. Yang mendefinisikan hokum sebagai peraturan-peraturan yang memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat oleh Badan-badan resmi yang berwajib, pelanggaran mana terhadap peraturan-peraturan tadi berakibat diambilnya tindakan, yaitu dengan hukuman tertentu.
a. Ciri – ciri dan Sifat Hukum
Ciri Hukum adalah :
▪ Adanya perintah atau larangan
▪ Perintah atau larangan itu harus dipatuhi setiap orang.
Akan tetapi ternyata tidak setiap orang mau menaati kaidah hokum, oleh karena itu agar peraturan hidup itu dapat dilaksanakan dan ditaati, maka perlu dilengkapi dengan unsure memaksa. Dengan demikian hukum mempunyai sifat memaksa. Sehingga hukum menjadi peraturan hidup yang dapat memaksa orang untuk menaati serta dapat memberikan sangsi tegas terhadap setiap orang yang tidak mau mematuhinya.
b. Sumber – sumber Hukum
Sumber hukum dapat ditinjau dari segi formal dan segi material. Sumber hukum material dapat kita tinjau lagi dari berbagai sudut, misalnya dari sudut politik, sejarah, konomi dan lain-lain.
Sedangkan sumber hokum formal antara lain :
1) Undang – Undang (statute)
2) Kebiasaan (costum)
3) Keputusan-keputusan Hakim (Yurisprudensi)
4) Traktat (Treaty)
5) Pendapat Sarjana hukum.
c. Pembagian Hukum
1) Menurut “sumbernya”
2) Menurut “bentuknya”
3) Menurut “tempat berlakunya”
4) Menurut “tempat berlakunya”
5) Menurut “cara mempertahankannya”
6) Menurut “sifatnya”
7) Menurut “wujudnya”
8 ) Menurut “isinya”
B. NEGARA
Negara merupakan alat dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan manusia dalam masyarakat.
Negara mempunyai tugas utama, yaitu :
1) Mengatur dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat yang bertentangan satu sama lainnya.
2) Mengatur dan menyatukan kegiatan manusia dan golongan untuk menciptakan tujuan bersama yang disesuaikan dan diarahkan pada tujuan Negara.
a. Sifat – sifat Negara
1) Sifat memaksa, artinya Negara mempunyai kekuasaan untuk menggunakan kekerasan fisik secara legal agar tercapai ketertiban dalam masyarakat dan mencegah timbulnya anarkhi.
2) Sifat monopoli, artinya Negara mempunyai hak kuasa tunggal dalam menetapkan tujuan bersama dari masyarakat.
3) Sifat mencakup semua, artinya semua peraturan perundang-undangan mengenai semua orang tanpa kecuali.

TUGAS ISD Rangkuman Masyarakat desa & kota

Wednesday, October 28th, 2009

SECARA UMUM

Masyarakat terbentuk dari individu yang terdiri dari berbagai latar belakang yang akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok- kelompok sosial. Dengan terjadinya kelompok sosial, maka terbentuklah suatu pelapisan masyarakat.

Masyarakat Menurut Para Ahli :

R. Linton

Masyarakat adalah sekelompok manusia yang cukup lama hidup dan bekerjasama sehingga mereka dapat mengorganisasikan dirinya dalam kesatuan social dengan batas-batas tertentu.

M.J. Herskovits

Masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti suatu cara hidup tertentu.

J.L. Gillin dan J.P. Gillin

Masyarakat adalah kelompok manusia terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang sama.

S.R. Steinmetz

Masyarakat adalah kelompok manusia terbesar yang meliputi pengelompokan-pengelompokan manusia yang lebih kecil, yang mempunyai hubungan erat dan teratur.

Hasan Shadily

Masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa manusia yang mempunyai pengaruh kebatinan satu sama lain.

Masyarakat Perkotaan

Masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community.

masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya seperti ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.

Ciri Masyarakat Kota:

  1. Kehidupan keagamaan berkurang daripada masyarakat pedesaan.
  2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain.
  3. Pembagiaan kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
  4. Kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan lebih banyak diperoleh warga kota daripada warga desa.
  5. Jalan pikirannya rasional dan terjadi perubahan-perubahan sosial secara nyata.

MASYARAKAT DESA

Masyarakat pedesaan mempunyai penilaian yang tinggi terhadap mereka yang dapat bekerja keras tanpa bantuan orang lain, jadi jelas bahwa masyarakat pedesaan bukanlah masyarakat yang senang diam-diam tanpa aktivitas.

Sutardjo Kartohadikusuma: “Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri”.

Bintarto: “Desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik, dan kultural yang terdapat di situ(suatu daerah) dalam hubungannya dan pengaruhnya secara timbal-balik dengan daerah lain.

Paul H. Landis: “Desa adalah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa.

Ciri Masyarakat Desa

1. Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.

2.Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan.

3.Cara Perekonomian adalah agraris

4.Sistem kehidupannya berkelompok

5.Homogen dalam hal mata pencaharian, agama, adat-istiadat

6.Homogenitas Sosial

7.Hubungannya primer

8.Kontrol sosial yang ketat

9.Gotong-royong sering di lakukan

10.Ikatan sosial kuat

Menurut Ferdinand Tonies: Masyarakat pedesaan adalah masayarakat gemeinschaft (paguyuban), dan paguyubanlah yang menyebabkan orang-orang kota menilai sebagai masyarakat itu tenang harmonis, rukun dan damai.

Gejala yang ada dalam masyarakat desa

1.Konflik (pertengkaran)

2.Kontroversi (pertentangan)

3.Kompetisi (persaingan)

Fungsi Desa

1.Sebagai suatu daerah penghasil bahan-bahan pokok

2.Sebagai lumbung bahan mentah dan tenaga kerja.

Menurut Sutopo Yuwono: Salah satu peranan pokok desa terletak di bidang ekonomi. Daerah pedesaan merupakan tempat produksi pangan dan produksi komoditi ekspor. Peranan yang vital menyangkut produksi pangan yang akan menentukan tingkat kerawanan dalam jangka pembinaan ketahanan nasional. Oleh karena itu, peranan masyarakat pedesaan dalam mencapai sasaran swasembada pangan adalah penting sekali, bahkan bersifat vital.

Hubungan Desa dan Kota

Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah satu sama lain.  Bahkan diantara keduanya terdapat hubungan yang erat dan bersifat ketergantungan, karena diantara desa dan kota saling membutuhkan.  Kota tergantung pada desa dalam hal memenuhi kebutuhan warganya akan bahan pangan.

namun ada beberapa hambatan dalam hal ini, pertambahan hasil pangan tidak sebanding dengan pertambahan jumlah penduduk sehingga hasil pertanian suatu daerah pedesaan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan penduduknya saja dan kota terpaksa memenuhi kebutuhan pangannya dari daerah lain seperti mengimpor dari luar negeri.

Tugas Ilmu Sosial Dasar

Thursday, October 1st, 2009

RANGKUMAN
INDIVIDU,MASYARAKAT, DAN KELUARGA

FUNGSI-FUNGSI KELUARGA

PENGERTIAN KELUARGA
Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu.

MACAM-MACAM FUNGSI KELUARGA
Berikut ini adalah Fungsi-Fungsi Keluarga

Fungsi Biologis
Dengan fungsi ini diharapkan agar keluarga dapat menyelenggarakan persiapan-persiapan perkawinan bagi anak-anaknya sehingga menghasilkan keturunan yang sah. Karena dengan perkawinan akan terjadi proses kelangsungan keturunan. Dan setiap manusia pada hakikatnya terdapat semacam tuntutan biologis bagi kelangsungan hidup keturunannya, melalui perkawinan.
Dengan persiapanyang cukup matang dapat mewujudkan suatu bentuk kehidupan rumah tangga yang baik dan harmonis. Kebaikan rumah tangga ini dapatmembawa pengaruh yang baik pula bagi kehidupan dalam masyarakat.

Fungsi Pemeliharaan
Keluarga diwjibkan untuk berusaha agar tetap anggotanya dapat terlindung dari gangguan-ganguan sebagai berikut :
1)    Gangguan udara dengan berusaha menyediakan rumah
2)    Ganggguan penyakit dengan berusaha menyediakan obat-obatan
3)    Gangguan bahaya dengan berusaha menyediakan senjata, pagar tembok dan lain-lain.

Fungsi Ekonomi
Keluarga berusaha menyelenggarakan kebutuhan manusia yang pokok yaitu :
1)    Kebutuhan makan dan minum
2)    Kebutuhan pakaian untuk menutupi tubuhnya
3)    Kebutuyhan tempat tinnggal

Orang tua diwajbkan untuk berusaha keras agar supaya setiapanggota keluarga dapat cukup makan dan minum, cukup pakaian serta tempat tinggal.
Juga dapat termasuk ke dalam golongan perlengkapan jasmani adalah permainan anka. Permainan anak ini memiliki nilai bagi anak-anak untuk mengembangkan daya cipta di samping sebagai alat-alat rekreadi ank.

Fungsi Keagamaan
Di negara Indonesia yang berideologi Pancasila berkewajiban pada setiap warganya (rakyat) untuk menghayati, mendalami dan mengamalkan Pancasila di dalam perilaku dankehidupan keluarganya sehingga benar-benar dapat diamalkan P4 ini dalam kehidupan keluarga yang Pancasila.
Dengan dasar pedoman ini keluarga diwajibkan untuk menjalani dan mendalami serta mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam pelakunya sebagai manusia taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian tercermin bentuk masyarakat yang Pancasila apabila semua keluarga melaksanakanP4 dan fungsi keluarga itu.

Fungsi Sosial
Dengan fungsi ini keluarga beusaha untuk mempersiapakan  anak-anaknya bekal-bekal selengkapnya dengan memperkenalkan nilai-nilai dan sikap-sikap yang dianut masyarakat serta mempelajari peranan-peranan yang diharapan akan mereka jalankan kelak bila sudah dewasa.Dengan demikian terjadi apa yang disebut dengan istilah sosialisasi.
Dengan melalui nasihat dan larangan, orang tua menyampaikan norma-norma hidup tertentu dalam bertingkah laku.
Dalam buku Ilmu Sosial Dasar karangan Drs. Soewaryo Wangsanegara dikatakan bahwa fungsi-fungsi keluarga meliputi beberapa hal sebagai berikut :

Pembentukan Kepribadian
Contoh : Pada keluarga suku Jawa atau suku Sunda, seorang anak yang menerima sesuatu pemberian dari orang tua atau kerabat-kerabat keluarga, harus menerima dengan tangan kanan. Bila anakmenerima dengan tangan kiri, pemberian itu ditarik surut, dan baru setelah anak menerima dengan tangan kanan pemberian itu benar-benar diberikan. Tindakan semacam ini merupakan suatu proses mendidik dan membentuk kepribadian dengan penuh kesadaran dan berencana. Apabila terjadi penyimpangan-penyimpangan yang telah digariskan, orang tua akan langsung menegur dengan spontan memberitahu anaknya bahwa hal-hal yang menyimpang dari tata cara yang telah digariskan adalah tidak benar, tidak sopan.
Demikianlah lingkungan keluarga, khususnya orang tua membentuk kepribadian anak-anaknya secara sadar dan terencana sesuai dengan kepribadian suku Jawa atau suku Sunda.

Erat kaitannya dengan butir a, keluarga juga berfungsi sebagai alat reproduksi kepribadian-kepribadian yang berakar dari etika, estetika, moral keagamaan, dan kebudayaan yang berkorelasi fungsional dengan sebuah struktur masyarakat tertentu.
Contoh :    Dari keluarga seniman tari Bali, diwariskan ketrampilan seni patung atau   seni tari Bali kepada  anak keturunannya, trampil pula sebagai seniman patung atau sebagai seniman tari Bali, sebagai hasil reproduksi seni patung dan seni tari dalam lingkup keluarga tersebut.

Keluarga merupakan eksponen dari kebudayaan masyarakat, karena menempati posisi kunci. Keluarga adalah sebagai jenjang dan perantara pertama dalam transmisi kebudayaan.
Lembaga-lembaga non formal ataupun formal seperti sekolah-sekolah adalah perantara-perantara dalam bentuk lain dalam transmisi kebudayaan. Sejalan dengan itu semakin besar pula fungsi sekolah sebagai perantara dalam transmisi kebudayaan. Sebaliknya fungsi keluarga sebagai lembaga transmisi kebudayaan secara relatf semakin mudur.
Contoh : Televisi sebagai produk teknologi modern sudah sedemikian besar berperan sebagai transmisi kebudayaan. Bahkan menurut Margaret Mead (antropolog dariAmerika Serikat) menyatakan bahwa peranan televisi sebagai transmisi kebudayaan sudah melebihi peranan transmisi kebudayan lainnya. (Mayor Polak, 1979: 108).

Keluarga berfungsi sebagai lembaga perkumpulan perekonomian. Dalam masyarakat primitif biasanya terdapat sistem kekeluargaan yang sangat luas. Pada kelompok-kelomopk masyarakat yang lebih kompleks tetapi belum masuk pada era masyarakat industri, perekonomian mereka sudah mulai berkembang. Namun begitu ikatan-ikatan kekeluargaan masih terjalin kuat dan sering mempengaruhi tau menguasai bidang perekonomian mereka.

Keluarga berfungsi sebagai pusat pengasuhan dan pendidikan.

INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT
PENGERTIAN INDIVIDU
Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya yang tak terbagi. Kata individ bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen.

PENGERTIAN KELUARGA
Ada beberapa pandangan atauanggapan menengenai keluarga.
Menurut Sigmurd Freud, keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita. Bahwa perkawinan itu menurut beliau adalah berdasarkan kepada libido seksualis.
Menurut Durkheim keluarga adalah lembaga sosial sebagai hasil faktor-faktor politik, ekonomi dan lingkungan.
Menurut Ki Hajar Dewantara (sebagai tokoh pendidikan) berpendapat bahwa keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki, esensial, enak dan berkehendak bersama – sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing – masing anggotanya.

PENGERTIAN MASYARAKAT
Drs. JBAF Mayor Polak masyarakat adalah wadah antar hubungan sosial terdiri atas banyak sekali kolektiva – kolektiva serta kelompok dan tiap – tiap kelompok terdiri atas subkelompok.
Menurut Prof. M. M. Djojodiguno berpendapat, masyarakat adalah suatu kebulatan segala perkembangan dalam hidup bersama antara manusia dengan manusia.
Hasan Sadily berpendapat bahwa masyarakat adalah suatu keadaan badan atau kumpulan manusia yang hidup bersama dalam kurun waktu yang cukup lama.