Archive for November, 2009

TUGAS PTSI – C 2000 FRVT

Friday, November 20th, 2009

2000 – Face Recognition Vendor Test (FRVT) Pertama Kali Di Selenggarakan

Banyak agensi pemerintah Amerika Serikat mensponsori FRVT 2000 ini.

FRVT 2000 ini merupakan evaluasi sistem biometrika komersial yang ada. FRVT selanjutnya di adakan tahun 2003 dan 2006.

pada tahun 2003 FRVT mengevaluasi pengenalan sidik jari dan pada 2006 mengevaluasi pengenalan iris.

secara keseluruhan FRVT ini bertujuan mengevaluasi sistem dengan database sekala besar.

teknologi pengenalan wajah terutama ditemukan di sistem prototipe di universitas-universitas dan laboratorium penelitian. By 2000, systems were available on the commercial market. Pada tahun 2000, sistem yang tersedia di pasar komersial. FRVT 2000 mengevaluasi kemampuan sistem komersial.

FRVT 2000  disponsori oleh:

  • Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA)
  • DoD Counterdrug Technology Development Program Office Departemen Pertahanan Counterdrug Kantor Program Pengembangan Teknologi
  • National Institute of Justice (NIJ) National Institute of Justice (nija)

FRVT 2000 dirancang oleh Institut Nasional Standar dan Teknologi (NIST) dan dikelola oleh NAVSEA

FRVT 2000 personel termasuk:

  • Patrick Grother Patrick Grother
  • Michael  Bone Michael Bone
  • Duane Blackburn Duane Blackburn
  • Dr. P. Jonathon Phillips Dr P. Jonathon Phillips

Tujuan dari Uji Kinerja ini adalah untuk membandingkan teknik-teknik bersaing untuk melakukan pengenalan wajah. Semua sistem yang diuji pada database standar. Database standar memastikan semua sistem dievaluasi dengan menggunakan gambar yang sama, yang memungkinkan untuk perbandingan inti teknologi pengenalan wajah. Pengujian kegunaan produk properti sistem diperiksa untuk melakukan kontrol akses.

PTSI – C

Friday, November 20th, 2009

1. Sejarah Perkembangan Komputer Sampai Saat Ini..

Komputer di ciptakan untuk memudahkan pekerjaan manusia, yang dulu hanya di gunakan sebagai alat hitung.

namun karena kebutuhan manusia terus berkembang, sehingga seiring berjalan nya waktu, komputer terus di kembangkan hingga saat ini.

komputer yang dulu hanya di gunakan sebagai alat hitung kini sudah di gunakan di berbagai bidang, sehingga fungsinya bukan hanya sebagai alat hitung saja.

Komputer berkembang pesat karena permasalahan di dunia ini bertambah banyak dan beragam masalah itu bisa dipecahkan dan dikerjakan dengan lebih cepat bila menggunakan komputer. mulai dari bidang pendidikan , fisika , biologi , kedokteran , keamanan , komunikasi dan lain sebagainya.

2. Komputer itu sendiri dalam bekerja memerlukan masukan data lalu data tersebut di olah sehingga menjadi sebuah output yaitu informasi yang sangat berguna.

secara umum cara kerja komputer adalah INPUT – PROSES – OUTPUT. sebagai contoh kita memasukan data dan kita inginkan output nya adalah grafik. pertama user memasukan data yang akan di jadikan grafik , lalu data tersebut di proses dengan menggunakan software , setelah selesai proses maka output nya adalah grafik. sehingga sata tersebut dapat di pahami lebih detail oleh orang banyak.

3. Hardware / perangkat keras komputer

-CPU (central processing unit) : bagian ini adalah pusat yang di gunakan untuk melakukan prosses pada komputer CPU pada umumnya terdiri dari Motherboard,Processor,VGA,RAM,HardDisk. yang satu sama lain saling berhubungan.

-Alat Input: alat input berfungsi sebagai alat untuk memasukan data untuk selanjutnya di proses, sebagai contoh alat input adalah Keyboard,Mouse,Scanner, dan lain sebagainya.

-Alat Output: berfungsi sebagai sarana keluarnya hasil proses dari input. sebagai contoh nya Monitor,Printer,Speaker.

4. Bahasa Pemrograman Pada Komputer

  1. BASIC,  sebuah kelompok bahasa pemrograman tingkat tinggi.BASIC memiliki arti “kode instruksi simbolis semua tujuan yang dapat digunakan oleh para pemula”.
  2. Microsoft Visual Basic (sering disingkat sebagai VB) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang bersifat event driven Visual Basic merupakan turunan bahasa BASIC dan menawarkan pengembangan aplikasi komputer berbasis grafik dengan cepat
  3. COBOL (singkatan dari Common Business Oriented Language) sebuah bahasa pemrograman generasi ketiga. COBOL mempunyai fungsi menyelesaikan masalah-masalah yang berhubungan dengan perdagangan.
  4. JAVA adalah bahasa pemrograman yang dapat dijalankan di berbagai komputer termasuk telepon genggam.
  5. SQL (Structured Query Language) sebuah bahasa yang dipergunakan untuk mengakses data dalam basis data relasional. Bahasa ini secara de facto merupakan bahasa standar yang digunakan dalam manajemen basis data relasional
  6. PASCAL adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi (high level language) yang terstruktur dan lebih mendekati bahasa manusia (bahasa Inggris).

5.  Beberapa Software yg dapat menunjang pekerjaan manusia.

- Microsoft Office : biasa di gunakan untuk melakukan pengolahan data biasanya pada Office.

-Sound Forge , Audio Editor , FL Studio : biasa di gunakan untuk menciptakan sound atau melakukan peng editan pada data yang berupa sound.

-Video Editing : Cyberlink Power Director , Corel Video Studio , Adobe Premiere : biasa di gunakan untuk melakukan editing video.

-SolidWork , AUTO CAD,SAP digunakan untuk membuat suatu desain gedung / rumah.

6. Di alam pun semua sangat penting, karena kebutuhan manusia semakin banyak dan bertambah serta sumberdaya semakin terbatas. sehingga di butuhkan pengolahan yang sangat tepat, dalam hal ini komputerpun ikut turut serta berperan. karena dengan menggunakan komputer semua yang di olah dapat menghasilkan hasil yang semaksimal mungkin sehingga produksi serta distribusi menjadi lebih optimal.

7. Seiring dengan berjalan nya waktu hardware pada komputer pun terus berkembang mulai dari processor yang hingga saat ini  processor dengan 100 core yaitu TILE-Gx100 yang memiliki kemampuan 4x lebih cepat dari semua yang ada di pasaran, VGA pun sampai saat ini sudah berkembang sangat pesat sehingga kualitas Grafis terutama untuk para gamers dan desainer dapat melakukan aktivitas nya lebih nyaman dan cepat, RAM pun akan di luncurkan pada tahun 2011 yaitu DDR 4 yang memiliki kecepatan yang luar biasa. begitu juga dengan Hardware Lain nya yang ikut berkembang juga.

TUGAS 2 ISD.

Thursday, November 19th, 2009

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT

1. PELAPISAN SOSIAL

A. PENGERTIAN

Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu-individu yang terdiri dari berbagai latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Dengan adanya atau terjadinya kelompok sosial ini maka terbentuklah suatu pelapisan masyarakat atau terbentuklah masyarakat yang berstrata.

Betapa individu dan masyarakat adalah komplementer dapat kita lihat dari kenyataan, bahwa :

a. manusia dipengaruhi oleh masyarakat demi pembentukan pribadinya;

b. individu mempengaruhi masyarakat dan bahkan bias menyebabkan (berdasarkan pengaruhnya) perubahan besar masyarakatnya.

Istilah Stratifikasi atau Stratification berasal dari kata STRATA atau STRATUM yang berarti LAPISAN. Karena itu Social Stratification sering diterjemahkan dengan pelapisan masyarakat. Pitirim A. Sorokin memmberikan defenisi pelapisan masyarakat sebagai berikut :”Pelapisan masyarakat adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarchis).

Lebih lengkap lagi batasan yang dikemukakan oleh Theodorson, dkk. di dalam Dictionary of Sociology, oleh mereka dikatakan sebagai berikut:

Pelapisan masyarakat berarti jenjang status dan peranan yang relative permanent yang terdapat di dalam sistem sosial (dari kelompok kecil sampai ke masyarakat) di dalam perbedaan hak, pengaruh dan kekuasaan.

Masyarakat yang berstatifikasi sering dilukiskan sebagai suatu kerucut atau piramida, di mana lapisan bawah adalah paling lebar dan lapisan ini menyempit ke atas.

B. PELAPISAN SOSIAL CIRI TETAP KELOMPOK SOSIAL

Di dalam organisasi masyarakat primitif pun di mana belum mengenal tulisan, pelapisan masyarakat itu sudah ada. Hal ini terwujud berbagai bentuk sebagai berikut :

1) adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan-pembedaan hak dan kewajiban;

2) adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa;

3) adanya pemimpin yang saling berpengaruh;

4) adanya orang-orang yang dikecilkan di luar kasta dan orang yang di luar perlindungan hukum (cutlaw men);

5) adanya pembagian kerja di dalam suku itu sendiri;

6) adanya pembedaan standar ekonomi dan di dalam ketidaksamaan ekonomi itu secara umum.

Ekonomi primitive bukanlah ekonomi dari individu-individu yang terisolir produktif kolektif. Di demokrasi-demokrasi yang modern pun juga tidak dapat mengecualikan adanya hukum-hukum pelapisan masyarakat, walaupun di dalam kontinuitasnya menyatakan bahwa “Semua manusia adalah sama (all men are create equal). Gradasi itu dapat kita lihat misalnya : multi dari memilih modal yang kaya sampai buruh yang termiskin; dari presiden kepada lurah, dari jenderal sampai kepada prajurit dan sebagainya yang semuanya itu menunjukkan sebagian jenjang-jenjang dan gradasi sosial yang menunjukkan walaupun di dalam sistem demokrasi yang paling mutakhir pun ada pelapisan masyarakat.

C. TERJADINYA PELAPISAN SOSIAL

· Terjadi dengan sendirinya

Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Oleh karena sifatnya yang tanpa disengaja inilah maka bentuk lapisan dan dasar dari pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.

· Terjadi dengan disengaja

Sistem pelapisan yang disusun dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. System pelapisan yang dibentuk dengan sengaja ini dapat kita lihat misalnya di dalam organisasi pemerintahan. Di dalam sistem organisasi yang disusun dengan cara ini mengandung dua system, ialah :

1) Sistem fungsional: merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat, misalnya saja di dalam organisasi perkantoran ada kerja sama antara kepala-kepala seksi dan lain-lain.

2) Sistem skalar: merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas (vertical).

Namun, sebenarnya terdapat pula kelemahan yang disebabkan system yang demikian itu.

Pertama : karena organisasi itu sudah diatur sedemikian rupa, sehingga sering terjadi kelemahan di dalam menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat.

Kedua : karena organisasi itu telah diatur sedemikian rupa sehingga membatasi kemampuan-kemampuan individual yang sebenarnya mampu tetapi karena kedudukannya yang mengangkat maka tidak memungkinkan untuk mengambil inisiatif.


D. PEMBEDAAN SISTEM PELAPISAN MENURUT SIFATNYA

Menurut sifatnya, maka system pelapisan dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi :

1) Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup.

Di dalam sistem ini pemindahan anggota masyarakat ke lapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal yang istimewa. System pelapisan tertutup kita temui misalnya di India yang masyarakatnya mengenal system kasta. Sebagaimana kita ketahui masyarakat terbagi ke dalam :

- Kasta Brahmana : yang merupakan kastanya golongan-golongan pendeta dan merupakan kasta tertinggi.

- Kasta Ksatria : merupakan kasta dari golongan bangsawan dan tentara yang dipandang sebagai lapisan kedua.

- Kasta Waisya : merupakan kasta dari golongan pedagang yang dipandang sebagai lapisan menengah ketiga.

- Kasta Sudra : merupakan kasta dari golongan rakyat jelata.

- Paaria : golongan yang tidak mempunyai kasta. Misalnya kaum gelandangan.

2) Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka

Di dalam system yang demikian ini setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk jatuh ke lapisan yang ada di bawahnya atau naik ke lapisan yang di atasnya.

Status (kedudukan) yang diperoleh berdasarkan atas usaha sendiri disebut “Achieve status”.

E. BEBERAPA TEORI TENTANG PELAPISAN SOSIAL.

Ada yang membagi pelapisam masyarakat seperti berikut ini :

1) Masyarakat terdiri dari kelas atas (upper class) dan kelas bawah (lower class).

2) Masyarakat terdiri dari tiga kelas ialah kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class), dan kelas bawah (lower class).

3) Sementara itu ada pula sering kita dengar : kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class), kelas menengah ke bawah (lower middle class) dan kelas bawah (lower class).

Orang dapat menduduki lapisan (atau istilah lain ada yang menggunakan dengan kelas) tertentu disebabkan oleh beberapa factor, seperti misalnya : keturunan, kecakapan, pengaruh, kekuatan dan lain sebagainya.

Oleh karena itu beberapa sarjana memiliki tekanan yang berbeda-beda di dalam menyampaikan teori-teori tentang pelapisan masyarakat.

Beberapa dicantumkan di sini :

1) Aristoteles mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap Negara terdapat tiga unsur, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali, dan mereka yang berada di tengah-tengahnya. Di sini Aristoteles membagi masyarakat berdasarkan dimensi ekonomi sehingga ada orang yang kaya, menengah dan melarat.

2) Prof. Dr. Selo Sumardjan dan Soelaiman SH. MA. Menyatakan sebagai berikut : selama di dalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargainya maka barang itu akan menjadi bibit yang dapat menumbuhkan adanya system berlapis-lapis dalam masyarakat.

3) Villfredo Pareto, sarjana Italia, menyatakan bahwa ada dua kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu yaitu golongan Elite dan golongan Non Elite. Menurut dia pangkal daripada perbedaan itu karena ada orang-orang yang memiliki kecakapan, watak, keahlian dan kapasitas yang berbeda-beda.

4) Gaotano Mosoa, sarjana Italia, di dalam “The Ruling Class” menyatakan sebagai berikut :

Di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang sangat kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas yang pemerintah dan kelas yang diperintah.

5) Karl Marx di dalam menjelaskan secara tidak langsung tentang pelapisan masyarakat menggunakan istilah kelas menurut dia, pada pokoknya ada dua macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyainya dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.

Dari apa yang diurai di atas, akhirnya dapat disimpulkan bahwa ukuran atau criteria yang biasanya dipakai untuk menggolong-golongkan anggota-anggota masyarakat ke lapisan-lapisan social adalah sebagai berikut :

1) Ukuran kekayaan

2) Ukuran kekuasaan

3) Ukuran kehormatan

4) Ukuran ilmu pengetahuan

Ukuran-ukuran tersebut di atas, tidaklah bersifat limitatif (terbatas), tetapi masih ada ukuran-ukuran lainnya yang dapat dipergunakan. Jadi criteria pelapisan sosial pada hakikatnya tergantung pada system nilai yang dianut oleh anggota-anggota masyarakat yang bersangkutan.

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT

1. PELAPISAN SOSIAL

A. PENGERTIAN

Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu-individu yang terdiri dari berbagai latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Dengan adanya atau terjadinya kelompok sosial ini maka terbentuklah suatu pelapisan masyarakat atau terbentuklah masyarakat yang berstrata.

Betapa individu dan masyarakat adalah komplementer dapat kita lihat dari kenyataan, bahwa :

a. manusia dipengaruhi oleh masyarakat demi pembentukan pribadinya;

b. individu mempengaruhi masyarakat dan bahkan bias menyebabkan (berdasarkan pengaruhnya) perubahan besar masyarakatnya.

Istilah Stratifikasi atau Stratification berasal dari kata STRATA atau STRATUM yang berarti LAPISAN. Karena itu Social Stratification sering diterjemahkan dengan pelapisan masyarakat. Pitirim A. Sorokin memmberikan defenisi pelapisan masyarakat sebagai berikut :”Pelapisan masyarakat adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarchis).

Lebih lengkap lagi batasan yang dikemukakan oleh Theodorson, dkk. di dalam Dictionary of Sociology, oleh mereka dikatakan sebagai berikut:

Pelapisan masyarakat berarti jenjang status dan peranan yang relative permanent yang terdapat di dalam sistem sosial (dari kelompok kecil sampai ke masyarakat) di dalam perbedaan hak, pengaruh dan kekuasaan.

Masyarakat yang berstatifikasi sering dilukiskan sebagai suatu kerucut atau piramida, di mana lapisan bawah adalah paling lebar dan lapisan ini menyempit ke atas.

B. PELAPISAN SOSIAL CIRI TETAP KELOMPOK SOSIAL

Di dalam organisasi masyarakat primitif pun di mana belum mengenal tulisan, pelapisan masyarakat itu sudah ada. Hal ini terwujud berbagai bentuk sebagai berikut :

1) adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan-pembedaan hak dan kewajiban;

2) adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa;

3) adanya pemimpin yang saling berpengaruh;

4) adanya orang-orang yang dikecilkan di luar kasta dan orang yang di luar perlindungan hukum (cutlaw men);

5) adanya pembagian kerja di dalam suku itu sendiri;

6) adanya pembedaan standar ekonomi dan di dalam ketidaksamaan ekonomi itu secara umum.

Ekonomi primitive bukanlah ekonomi dari individu-individu yang terisolir produktif kolektif. Di demokrasi-demokrasi yang modern pun juga tidak dapat mengecualikan adanya hukum-hukum pelapisan masyarakat, walaupun di dalam kontinuitasnya menyatakan bahwa “Semua manusia adalah sama (all men are create equal). Gradasi itu dapat kita lihat misalnya : multi dari memilih modal yang kaya sampai buruh yang termiskin; dari presiden kepada lurah, dari jenderal sampai kepada prajurit dan sebagainya yang semuanya itu menunjukkan sebagian jenjang-jenjang dan gradasi sosial yang menunjukkan walaupun di dalam sistem demokrasi yang paling mutakhir pun ada pelapisan masyarakat.

C. TERJADINYA PELAPISAN SOSIAL

· Terjadi dengan sendirinya

Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Oleh karena sifatnya yang tanpa disengaja inilah maka bentuk lapisan dan dasar dari pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.

· Terjadi dengan disengaja

Sistem pelapisan yang disusun dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. System pelapisan yang dibentuk dengan sengaja ini dapat kita lihat misalnya di dalam organisasi pemerintahan. Di dalam sistem organisasi yang disusun dengan cara ini mengandung dua system, ialah :

1) Sistem fungsional: merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat, misalnya saja di dalam organisasi perkantoran ada kerja sama antara kepala-kepala seksi dan lain-lain.

2) Sistem skalar: merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas (vertical).

Namun, sebenarnya terdapat pula kelemahan yang disebabkan system yang demikian itu.

Pertama : karena organisasi itu sudah diatur sedemikian rupa, sehingga sering terjadi kelemahan di dalam menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat.

Kedua : karena organisasi itu telah diatur sedemikian rupa sehingga membatasi kemampuan-kemampuan individual yang sebenarnya mampu tetapi karena kedudukannya yang mengangkat maka tidak memungkinkan untuk mengambil inisiatif.


D. PEMBEDAAN SISTEM PELAPISAN MENURUT SIFATNYA

Menurut sifatnya, maka system pelapisan dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi :

1) Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup.

Di dalam sistem ini pemindahan anggota masyarakat ke lapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal yang istimewa. System pelapisan tertutup kita temui misalnya di India yang masyarakatnya mengenal system kasta. Sebagaimana kita ketahui masyarakat terbagi ke dalam :

- Kasta Brahmana : yang merupakan kastanya golongan-golongan pendeta dan merupakan kasta tertinggi.

- Kasta Ksatria : merupakan kasta dari golongan bangsawan dan tentara yang dipandang sebagai lapisan kedua.

- Kasta Waisya : merupakan kasta dari golongan pedagang yang dipandang sebagai lapisan menengah ketiga.

- Kasta Sudra : merupakan kasta dari golongan rakyat jelata.

- Paaria : golongan yang tidak mempunyai kasta. Misalnya kaum gelandangan.

2) Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka

Di dalam system yang demikian ini setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk jatuh ke lapisan yang ada di bawahnya atau naik ke lapisan yang di atasnya.

Status (kedudukan) yang diperoleh berdasarkan atas usaha sendiri disebut “Achieve status”.

E. BEBERAPA TEORI TENTANG PELAPISAN SOSIAL.

Ada yang membagi pelapisam masyarakat seperti berikut ini :

1) Masyarakat terdiri dari kelas atas (upper class) dan kelas bawah (lower class).

2) Masyarakat terdiri dari tiga kelas ialah kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class), dan kelas bawah (lower class).

3) Sementara itu ada pula sering kita dengar : kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class), kelas menengah ke bawah (lower middle class) dan kelas bawah (lower class).

Orang dapat menduduki lapisan (atau istilah lain ada yang menggunakan dengan kelas) tertentu disebabkan oleh beberapa factor, seperti misalnya : keturunan, kecakapan, pengaruh, kekuatan dan lain sebagainya.

Oleh karena itu beberapa sarjana memiliki tekanan yang berbeda-beda di dalam menyampaikan teori-teori tentang pelapisan masyarakat.

Beberapa dicantumkan di sini :

1) Aristoteles mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap Negara terdapat tiga unsur, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali, dan mereka yang berada di tengah-tengahnya. Di sini Aristoteles membagi masyarakat berdasarkan dimensi ekonomi sehingga ada orang yang kaya, menengah dan melarat.

2) Prof. Dr. Selo Sumardjan dan Soelaiman SH. MA. Menyatakan sebagai berikut : selama di dalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargainya maka barang itu akan menjadi bibit yang dapat menumbuhkan adanya system berlapis-lapis dalam masyarakat.

3) Villfredo Pareto, sarjana Italia, menyatakan bahwa ada dua kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu yaitu golongan Elite dan golongan Non Elite. Menurut dia pangkal daripada perbedaan itu karena ada orang-orang yang memiliki kecakapan, watak, keahlian dan kapasitas yang berbeda-beda.

4) Gaotano Mosoa, sarjana Italia, di dalam “The Ruling Class” menyatakan sebagai berikut :

Di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang sangat kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas yang pemerintah dan kelas yang diperintah.

5) Karl Marx di dalam menjelaskan secara tidak langsung tentang pelapisan masyarakat menggunakan istilah kelas menurut dia, pada pokoknya ada dua macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyainya dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.

Dari apa yang diurai di atas, akhirnya dapat disimpulkan bahwa ukuran atau criteria yang biasanya dipakai untuk menggolong-golongkan anggota-anggota masyarakat ke lapisan-lapisan social adalah sebagai berikut :

1) Ukuran kekayaan

2) Ukuran kekuasaan

3) Ukuran kehormatan

4) Ukuran ilmu pengetahuan

Ukuran-ukuran tersebut di atas, tidaklah bersifat limitatif (terbatas), tetapi masih ada ukuran-ukuran lainnya yang dapat dipergunakan. Jadi criteria pelapisan sosial pada hakikatnya tergantung pada system nilai yang dianut oleh anggota-anggota masyarakat yang bersangkutan.

TUGAS 4 ISD

Thursday, November 19th, 2009
BAB 5
WARGA NEGARA DAN NEGARA

1. HUKUM, NEGARA DAN PEMERINTAH
A. HUKUM
Ada beberapa Sarjana Hukum Indonesia yang merumuskan definisi Hukum. Diantaranya adalah JCT.Simorangkir SH. Dan Woerjono Sastropranoto SH. Yang mendefinisikan hokum sebagai peraturan-peraturan yang memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat oleh Badan-badan resmi yang berwajib, pelanggaran mana terhadap peraturan-peraturan tadi berakibat diambilnya tindakan, yaitu dengan hukuman tertentu.
a. Ciri – ciri dan Sifat Hukum
Ciri Hukum adalah :
▪ Adanya perintah atau larangan
▪ Perintah atau larangan itu harus dipatuhi setiap orang.
Akan tetapi ternyata tidak setiap orang mau menaati kaidah hokum, oleh karena itu agar peraturan hidup itu dapat dilaksanakan dan ditaati, maka perlu dilengkapi dengan unsure memaksa. Dengan demikian hukum mempunyai sifat memaksa. Sehingga hukum menjadi peraturan hidup yang dapat memaksa orang untuk menaati serta dapat memberikan sangsi tegas terhadap setiap orang yang tidak mau mematuhinya.
b. Sumber – sumber Hukum
Sumber hukum dapat ditinjau dari segi formal dan segi material. Sumber hukum material dapat kita tinjau lagi dari berbagai sudut, misalnya dari sudut politik, sejarah, konomi dan lain-lain.
Sedangkan sumber hokum formal antara lain :
1) Undang – Undang (statute)
2) Kebiasaan (costum)
3) Keputusan-keputusan Hakim (Yurisprudensi)
4) Traktat (Treaty)
5) Pendapat Sarjana hukum.
c. Pembagian Hukum
1) Menurut “sumbernya”
2) Menurut “bentuknya”
3) Menurut “tempat berlakunya”
4) Menurut “tempat berlakunya”
5) Menurut “cara mempertahankannya”
6) Menurut “sifatnya”
7) Menurut “wujudnya”
8 ) Menurut “isinya”
B. NEGARA
Negara merupakan alat dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan manusia dalam masyarakat.
Negara mempunyai tugas utama, yaitu :
1) Mengatur dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat yang bertentangan satu sama lainnya.
2) Mengatur dan menyatukan kegiatan manusia dan golongan untuk menciptakan tujuan bersama yang disesuaikan dan diarahkan pada tujuan Negara.
a. Sifat – sifat Negara
1) Sifat memaksa, artinya Negara mempunyai kekuasaan untuk menggunakan kekerasan fisik secara legal agar tercapai ketertiban dalam masyarakat dan mencegah timbulnya anarkhi.
2) Sifat monopoli, artinya Negara mempunyai hak kuasa tunggal dalam menetapkan tujuan bersama dari masyarakat.
3) Sifat mencakup semua, artinya semua peraturan perundang-undangan mengenai semua orang tanpa kecuali.